Jumat, 12 April 2013

Sepak Bola dapat Mencerdaskan Seseorang


        Sepak bola adalah olahraga yang disukai oleh semua kalangan terutama laki-laki. Selain mudah dalam memainkannya, sepak bola juga selalu mempertontonkan permainan yang indah. Teknik dan skill yang tinggi serta taktik yang baik turut memperindah pemandangan semua orang dalam menyaksikannya. Spanyol adalah negara yang memiliki taktik variatif, tiki-taka yang mereka mainkan selalu membuat mata yang melihatnya berdecak kagum.

        Bicara mengenai taktik, disini kta akan mengetahui bahwa sepak bola itu bukan hanya permainan otot, tapi juga permainan otak. Tanpa kecerdasan, seorang pelatih akan kesulitan dalam mengatur strategi timnya. Hal ini menggambarkan bahwa sepak bola itu membutuhkan kecerdasan yang tinggi. Beberapa pelatih yang memiliki kecerdasan tinggi di era modern diantaranya:
  • Sir Alex Ferguson (Manchester United) 
 Kececrdasannya dalam meracik strartegi tim membuat MU menjadi klub yang kaya prestasi dan ditakuti lawan.



  • Jose Mourinho (Real Madrid)

Pelatih yang menjuluki dirinya dengan sebutan "the only one" ini berhasil menaklukkan Eropa dengan meraih 2 trofi Liga Champion di dua klub  berbeda ( FC Porto dan Internazzionale) dan selalu memberigelar liga domestik bagi tim yang ditanganinya.




  • Vicente del Bosque (Spanyol)
Kesuksesannya dalam memberi 2 gelar piala eropa dan 1 gelar piala dunia bagi La Furia Roja merupakan bukti kecerdasannya.





  • Massimiliano Allegri (AC Milan)
 Sempat terpuruk di awal musim 2012/2013, Allegri membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih cerdas. Beranjaknya Milan dari posisi 15 hingga menguasai 3 besar klasemen sementara adalah pembuktiannya.


      Selain pelatih, para pemain pun dituntut memiliki kecerdasan. Pemain yang cerdas akan mudah dalam mengembangkan permainannya. Tengok saja Andres Iniesta, kecerdasannya membuat lawan kelabakan ketika menghadapinya. Naluri mencetak gol, kemampuan men-dribble bola dan sebagainya merupakan bagian dari kecerdasan pesepak bola. Bila berlatih terus menerus seorang pemain dapat mencapai level kecerdasan yang tinggi. Kecerdasan yang dimaksud adalah kecerdasan otak kanan.

      Hal inilah yang membuktika bahwasannya sepa bola dapat meningkatkan kecerdaan seseorang. Otot main, otak jalan. Itulah sepak bola.

Rabu, 20 Maret 2013

AFSI



Pondok Pesantren Al-Furqon dengan sejarah panjang yang tidak bisa terpisahkan. Hadir dari keyakinan dan rasa tanggung jawab akan tuntunan ummat terhadap pejuang dan penerus amanat nubuwat (warasatul anbiyya). Dari sebuah nama “Al-Furqon”, masjid yang senantiasa mengadakan pengajian rutin dan pendidikan RA ( Raudatul Athfal) di awal tahun 1980. Akhirnya di tahun 1992, dengan izin Allah SWT, Pondok Pesantren didirikan. Hingga saat ini telah melahirkan 21 angkatan. Merupakan sebuah kebanggaan dan wujud tasyakur Pondok Pesantren Al-Furqon terus berkembang melaksanakan fungsinya sebagai lembaga pendidikan pencetak kader-kader pemimpin umat.
Dengan fungsinya tersebut Pondok Pesantren Al-Furqon menghadirkan suasana pendidikan dan pembinaan terhadap Santri (anak didik) dengan mengupayakan Pesantren sebagai tempat ibadah thalab al-’ilmi dan menjadi sumber pengetahuan Islam, bahasa Al-Quran dan ilmu pengetahuan umum. Santri pada akhirnya diharapkan memiliki kemampuan dan penguasaan terhadap seluruh cabang keilmuan, baik pengetahuan agama maupun pengetahuan umum dengan tetap berjiwa pesantren.
Lingkaran pendidikan dan Pembinaan yang dilaksanakan Pondok Pesantren Al-Furqon bermuara pada terwujudnya generasi yang unggul menuju terbentuknya khairo ummah, nukmin-muslim yang berbudi tinggi, berpengetahuan luas dan bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat. Kaum intelek yang memiliki keseimbangan dzikir dan pikir.